Selasa, 01 Februari 2011

HOLOPIS KUNTUL BARIS

Tahukah Anda, bahwa kata-kata "holopis kuntul baris" itu kata impor? 
Kiranya banyak yang belum menge­tahui bahwa semboyan di atas itu dulunya "bawa­an" para awak kapal asing (kapal dagang Belanda) di zaman ramai-ramainya perdagangan VOC di Nusantara tercinta ini.
Konon waktu itu ada kapal dagang Belanda yang ber­sandar dan menurunkan berkoli-koli muatannya di pelabuhan di Jawa Timur. Ketika sedang menurunkan muatan, seke­lompok awak kapal Belanda yang bertugas merasa kewa­lahan. Mereka meminta bantuan kawan-kawan yang lain dengan berteriak-teriak, "Help ...iets ... ontilbaars ...! (Tolong ... ada yang tak terangkat !)."
Teriakan itu terus dikumandangkan saat mereka telah menurunkan barang muatan ke darat. Tapi di darat, tena­ga angkat barang terdiri atas penduduk pribumi. Para pe­kerja pribumi ini ikut-ikutan berseru memanggil temannya karena barang muatan yang harus dipindah geserkan cukup banyak. Karena proses asimilasi kata, maka kata-kata Belan­da itu menjadi "holopis kuntul baris"!
Ternyata, kata-kata tersebut kalau dipakai pada saat yang tepat, dapat membuahkan hasil yang optimal. Berkat komando holopis kuntul baris, kekompakan gerak bisa terwujud !