Kamis, 11 November 2010

Sejarah Terciptanya Lagu natal


Mungkin diantara kita tidak banyak mengetahui tentang asal-usul lagu-lagu yang dikumandangkan saat Natal tiba. Pada hari itu, selama Natal banyak aktifitas yang mereka kerjakan diantaranya menyanyikan serta mengumandangkan lagu-lagu Natal, bertukar kado dan menghiasi rumah dengan pohon Natal, sehingga membuat perayaan Natal itu terasa syahdu dan ceria.

Silent Night (Malam Kudus)

Lagu natal ini diciptakan oleh Joseph Mohr untuk lirik- nya dan Franz Xaver Gruber yang membuat melodinya, dua orang pekerja dari sebuah gereja tua di Austria, ini hampir dua abad yang lalu. "Silent Night" untuk pertama kalinya dikumandangkan di gereja tersebut dalam sebuah perayaan malam Natal. Petikan gitar (karena organ gereja saat itu sedang rusak) mengiringi Joseph dan Franz yang dibantu oleh paduan suara gereja dalam bahasa mereka "Stille Nacht Heilige Nacht". Namun tanpa pernah mereka duga bahwa lagu itu akan menjadi "Lagu Wajib" yang selalu dikumandangkan di gereja-gereja di seluruh dunia saat perayaan Natal. Adalah Karl Mauracher, seorang 'tukang' reparasi organ gereja tersebut yang secara diam-diam membawa partitur lagu "Silent Night" itu keluar dari negara Austria. Namun entah bagaimana lagu "Silent Night" ini bisa sampai jatuh ketangan orang lain dari pelbagai profesi dan negara. Lagu itu kemudian menjadi terkenal ke seantero dunia karena keindahan nada dan liriknya yang sangat menyentuh.

Joy to the World (Kesukaan Bagi Dunia)

Sebetulnya lirik lagu ini disadur langsung dari Alkitab,tepatnya kitab Mazmur 98, oleh Issac Watts pada tahun 1719. Namun seratus tahun kemudian, seorang pencipta lagu kebangsaan Amerika Serikat, Lowell Mason menciptakan nada untuk lagu tersebut. Maka jadilah lagu "Joy to the World" (Kesukaan Bagi Dunia) sebagai salah satu hymne Natal yang indah.

White Christmas

Lagu yang diciptakan oleh Irving Berlin pada saat Perang Dunia II berkecamuk. Lagu yang sengaja diciptakannya untuk menghibur para tentara yang sedang bertugas di medan perang. Namun karena kemasyurannya lagu itu membuat The American Society of Composers, Authors and Publishers (ASCAP) menetap- kan lagu ini sebagai lagu natal yang paling sering dinyanyikan oleh artis dunia sepanjang sejarah, dengan lebih dari 500 versi dalam 25 bahasa dunia.
Lagu ini dinyanyikan pertama kalinya oleh Bing Crosby pada tahun 1942 dalam sebuah acara musikal. Bagi Irving Berlin, si pencipta lagu itu sebenarnya kurang percaya diri dengan lagu tersebut, karena dianggap masih kurang pas. Tetapi selera pasar berkata lain. Para pendengar yang saat itu berada ditengah-tengah Perang Dunia II, sangat menyukai liriknya yang dirasakan sanggup menghibur mereka saat menghadapi perang. Hingga sekarang, lagu "White Christmas" sudah menjadi ritual bagi khalayak yang selalu dinyanyikan dan dikumandangkan saat Natal tiba.

Hark,The Herald Angels Sing (Gita Surga Bergema)

Adalah Charles Wesley, salah seorang adik dari John Wesley, pendiri Gereja Methodist yang telah menciptakan lirik lagu lebih dari 3000 buah lagu termasuk lagu "Hark, The Herald Angels Sing". Sedangkan untuk melodinya dikerjakan oleh seorang pemusik ternama pada saat itu, Felix Mendelssohn.
Lagu Natal yang dikenal dengan irama cepat ini, seharusnya dinyanyikan secara lambat dan hikmat pada tempo lagunya tersebut, seperti yang diinginkan oleh para penciptanya. Namun keinginan tersebut tidak dapat 'dikabulkan' oleh William Cummings, sang produser lagu tersebut pada tahun 1955, karena Felix dan Charles telah meninggal dunia jauh sebelum lagunya terkenal.

Jingle Bells

Lagu ini memiliki cerita yang unik dan menarik. Lagu yang sengaja diciptakan oleh James Pierpont pada tahun 1859, sebetulnya lagu yang bukan diperuntukan untuk perayaan Natal. James menciptakan lagu itu karena rasa kebangsaannya yang tinggi pada saat mengikuti pertandingan kereta luncur( Sleighride ), olah raga musim dingin (Olympic) sedunia.
Pierpont adalah seorang penggemar olahraga berkuda pada masa itu. Dia merasa perlu untuk menciptakan sebuah lagu riang untuk dinyanyikan pada saat pertandingan berlangsung. Apabila dicerna dari arti lirik lagunya yang berbunyi "bel berbunyi sepanjang jalan, sangatlah menyenangkan naik diatas kereta luncur yang dibawa oleh seekor kuda". namun entah bagaimana yang menyebabkan lagu "Jingle Bells" ini akhirnya diasumsikan sebagai "lagu Wajib" Natal.
Dari beragam keunikan lagu-lagu Natal tersebut diatas, pada intinya hanyalah satu tujuan, yaitu untuk membawa suasana kehangatan Natal itu sendiri dalam setiap hati orang yang menyanyikan dan mendengarkannya...