Sabtu, 18 Desember 2010

Riwayat Nabi Kong Hu Cu( Bagian 9)

CU LO DITANYA
 
Nabi mengetahui bahwa    murid-muridnya kecewa. Maka Nabi bersabda, "Di dalam Kitab Sanjak tertulis. 'aku bukan banteng atau harimau, mengapakah aku harus berkeliaran di padang
belantara?' Adakah kamu berpendapat bahwa ajaran yang kubawakan keliru ? Apakah sebabnya kita mengalami keadaan semacam ini ?" Cu Lo dengan bersungut-bersungut berkata, "Mungkin Cinta Kasih kita kurang besar sehingga tidak mampu memperoleh kepercayaan orang banyak. Mungkin kita kurang bijaksana untuk menjadikan mereka mau mengikuti." Nabi bersabda, "Kalau yang berperi Cinta Kasih mesti mendapat kepercayaan orang banyak, bagaimana dapat terjadi nasib buruk menimpa Pik I dan Siok Cee? Kalau yang bijaksana mesti diikuti orang, bagaimana terjadi nasib buruk menimpa Pi Kan ?"
TOPI BAGI SEORANG PRIA
Suatu pagi, berkumpul murid-murid di ruang pendidikan (Hing Tan), mereka datang, memberi
hormat dan masing-masing mulai sibuk mengerjakan tugasnya. Diantara murid-murid yang biasa  datang, belum tampak Cu Lo. Baru beberapa saat kemudian dengan tergesa-gesa ia masuk keruangan, memberi hormat lalu duduk dan akan mengerjakan pelajarannya. Nabi agak tertegun  memandang Cu Lo, lalu bertanya, "Bagaimanakah seorang pria dapat menghadiri pertemuan tanpa mengenakan topi ?" Mendengar itu, Cu Lo terkejut dan malu karena merasa bersalah, ia lalu mohon diri dan kembali mengikuti pelajaran usai mengenakan topi. Menurut adat jaman itu, seorang laki-laki setelah lewat akil baliq wajib mengenakan topi atau pit pengikat rambut. "Cu Lo bila mendengar suatu ajaran dan belum berhasil menjalankannya, ia takut kalau-kalau mendengar ajaran baru pula. " (Lun Gi V : 14)

TRIPUSAKA
Rajamuda Ai mohon bimbingan Nabi dalam menyelenggarakan pemerintahan. Nabi bersabda,
"Seorang Susilawan tidak boleh tidak membina diri, bila berhasrat membina diri, tidak boleh
tidak mengabdi kepada orang tua, bila berhasrat mengabdi kepada orang tua, tidak boleh tidak
mengenal manusia dan bila berhasrat mengenai manusia tidak boleh tidak mengenai Thian.
Adapun Jalan Suci yang harus ditempuh di dunia ini mempunyai lima perkara dan Tiga Pusaka di dalam menjalankannya yakni hubungan raja dengan mentri, orang tua dengan anak, suami dengan istri, kakak dengan adik dan kawan dengan sahabat. Lima Perkara inilah Jalan Suci yg harus ditempuh di dunia. Dengan Tripusaka ini, niscaya dapat memahami bagaimana membina diri, dengan diri yang terbina, nscaya dapat memahami bagaimana mengatur dunia, negara, dan rumah tangga ...(Tiong Yong XIX)

GUGUR SANG KILIEN
Pada musim semi tahun ke-14 rajamuda Ai memerintah, diadakan perburun besar di hutan Tai Ya. Co Siang, tukang kereta kepala keluarga Siok Sun membunuh seekor hewan yang tidak dikenal. Maka rajamuda Ai mengundang Nabi Khongcu melihat hewan hasil buruannya itu. Demi dilihatnya hewan itu, dengan haru dan tangis beliau berseru," ... itulah Kilien. Mengapa engkau menampakkan diri ? Selesai pulalah kiranya perjalananKu sekarang ini. Nabi bersabda, "Ah, tiada orang yang mengerti akan diriKu. Mendengar itu Cu Khong bertanya, "Apakah maksud tiada orang yang mengerti akan Guru ?"
Nabi bersabda, "Aku tidak menggerutu kepada Thian, tidak pula menyesali manusia. aku hanya
belajar dari tempat yang rendah ini, terus maju menuju tinggi. Thian, mengerti diriKu. 
(Lun Gi XIV : 35)

HARAPAN KEPADA GENERASI PENERUS
Suatu hari Cu Su mendengar neneknya menarik napas dalam seorang diri; ia lalu menghadap dan dua kali membongkokkan diri lalu menanyakan akan kesedihannya. Adakah nenek berprihatin kalau-kalau cucu tidak sungguh-sungguh membina diri sehingga tidak berharga ? Ataukah karena nenek mengagumi Jalan Suci Giau dan Sun sehingga khawatir cucu tidak dapat seperti mereka ?"
Nabi menjawab, "0, bagaimana engkau tahu akan pikiranku ?" ayah telah mengumpulkan dan
menyiapkan kayu bakar dan anaknya tidak dapat mengangkutnya, ia dapat dinamai orang yang
merosot dan tidah berharga. Ajaran ini sangat terkesan di dalam hati dan menimbulkan
kecemasan." Nabi sangat gembira dan berkata, Kini, sungguh, aku tidak akan khawatir lagi.
Harapanku tidak akan sia-sia, melainkan akan dapat terus dikembangkan."